PEMIMPIN SEJATI


Seorang Pemimpin Sejati adalah Suri Teladan

Mempersoalkan Integritas, Konsistensi, Leadership, Visi & Moral seorang Leader


Di bisnis Network Marketing, sering kita dengar yang namanya leader. Banyak yang mengartikan leader adalah seseorang yang sudah memiliki jumlah jaringan yang banyak, atau memiliki peringkat yang sudah cukup tinggi. Kalau di perusahaan konvensional jarang sekali disebutkan kata leader, mungkin yang sering adalah manager, kepala bagian, dll. Di dunia marketing, asuransi, istilah leader juga sering diperkenalkan. Di lingkungan Tianshi sekarang ada semacam kerancuan dengan istilah leader. Apakah leader itu orang yang memiliki jaringan besar, berperingkat tinggi?


Beberapa orang berpendapat bahwa ciri-ciri seorang leader diantaranya adalah memiliki integritas, tidak mudah diombang-ambing, tidak mudah mencla-mencle. Ini juga ada kaitannya dengan konsistensi, di mana seorang leader katanya tidak mudah mengingkari apa yang dia ucapkan. Seorang leader yang benar-benar leader juga akan konsisten dalam menerapkan suatu aturan, tidak menganakemaskan atau pun menganaktirikan orang-orang yang dia pimpin.


Seorang leader juga katanya harus memiliki sifat leadership, yaitu mampu memimpin dan mengendalikan secara bijak orang-orang yang dia pimpin. Mampu mengambil keputusan yang tepat, bijak, dan berdasarkan pada rasional, bukan pada emosional semata. Seorang leader juga harus berani mengambil keputusan sepahit apa pun demi kemajuan orang-orang yang dipimpinnya. Lebih dari itu, seorang pemimpin katanya adalah seseorang yang memiliki pandangan yang jauh ke depan. Dia memiliki rencana yang beberapa langkah mungkin lebih dahulu dibandingkan dengan para leadernya. Namun apa yang dia rencanakan jauh ke depan bukanlah semata untuk kepentingan dirinya sendiri, tapi juga demi kemajuan dan kebaikan orang-orang yang dipimpinnya.
Banyak kriteria-kriteria yang menunjukkan apakah seseorang bisa dikategorikan sebagai leader atau bukan. Kita bisa membaca buku-buku karangan John C. Maxwell yang banyak sekali mengupas tentang mentalitas seorang leader.


Namun diantara semua mentalitas leadership yang baik dan benar-benar leader yang jarang sekali dikemukakan adalah bahwa seorang leader haruslah memiliki moral dan spiritualitas yang baik pula. Seiring dengan perkembangan waktu, kini ada kesadaran baru di kalangan masyarakat, baik itu di perusahaan, kalangan pengusaha, maupun di lingkungan keluarga, yaitu pentingnya mengembalikan semangat bermoral baik dan mengembalikan semua permasalahan dengan solusi spritual.


Kemarin saya sempat mengikuti talkshow dengan pembicara Dr. Gunadi Getol MBA. dari Yayasan Pendidikan Manajemen Bogor, di sebuah radio swasta di Bandung. Dr. Gunadi sempat mengemukakan bahwa sekarang banyak perusahaan yang menerapkan manajemen spiritual di lingkungan kerja & perusahaan. Segala sesuatu tindakan akhirnya didasarkan pada moral dan spiritual. Kalau kita mengkorupsi waktu atau pun uang, maka yang pertama kali menyentil hati kita adalah masalah moral dan spiritual, bukan atasan. Kalau kita membolos tanpa alasan, maka yang menghakimi kita adalah moral dan spiritual kita.


Demikian pula bagi kita yang mengaku leader di bisnis Tianshi ini. Kadangkala kita lupa bahwa moral dan spiritual tetap memegang tampuk nomor satu dalam kriteria seorang leader. Sedemikian pentingnya masalah moral, seorang Bill Clinton saja pernah akan didepak sebagai presiden Amerika oleh senat karena masalah moralnya yang berselingkuh dengan Monica Lewinsky. Kita tahu, negara Amerika demikian liberalnya. Di sana yang namanya perselingkuhan, bahkan film porno sudah dianggap biasa. Tetapi nyatanya mereka keberatan kalau mereka dipimpin oleh seorang yang memiliki moral dan spiritual yang tidak baik.


Apalagi bagi kita yang tinggal di Timur yang katanya demikian kental dengan tata krama dan moral. Maka seorang leader di Tianshi bukanlah seseorang yang memiliki jaringan yang besar, bukanlah yang berperingkat tinggi, bukanlah yang bisa memerintah dengan tangan besi, bukanlah yang bersikap layaknya penguasa, tapi yang paling penting adalah masalah moral dan spiritualnya.
Tuhan mengirim manusia ke muka bumi ini adalah untuk menjadi pemimpin yang baik. Dan pemimpin yang baik menurut Rasulullah adalah suri teladan yang baik bagi umatnya. Seorang pemimpin yang baik adalah panutan, contoh, suri teladan bagi umatnya.


Demikian pula dengan seorang leader di bisnis kita. Dia haruslah menjadi panutan, contoh yang baik, yang patut ditiru, dimana kita merasa tentram dan nyaman dengan semua ucapannya. Leader yang baik harus memiliki spiritual yang tinggi, rajin beribadah, berperilaku sopan, rendah hati, tidak sombong, takabur, dan merasa diri paling hebat. Bagaimana bisa dikatakan seorang leader yang baik jika belum apa-apa kita sudah membiasakan diri hidup di dunia dugem (dunia gemerlap) malam hari. Mungkin ini akan mengundang kontroversi tentang baik tidaknya dugem, tetapi pemberitaan di media massa menunjukkan rentannya dunia malam hari, kasus narkoba, seks bebas, obat-obatan terlarang.


Seorang leader juga harus memiliki moral yang baik, apakah dari segi bergaul, berhubungan antara sesama jenis dan juga berlainan jenis. Tentu kita sebagai orang Timur akan merasa menyayangkan jika kita tahu bahwa leader kita ternyata memiliki moral yang kurang baik.


Hati-hati saudaraku, berlimpahnya uang yang mungkin kita dapatkan dengan cukup mudah di Tianshi, kalau tidak disertai dengan moral dan spiritual kita yang baik, maka akan sangat mudah menggelincirkan kita ke dunia kegelapan. Seorang leader besar di Tianshi pernah berucap, justru seharusnya dengan berada di bisnis jaringan, kita harus semakin bermoral, semakin dekat dengan Tuhan.


Di atas semua predikat yang disandang oleh seorang leader, apakah itu integritas, konsistensi, leadership, visinya yang jauh ke depan, peringkat yang tinggi, jaringan yang buesar sekali, sepertinya masalah moral dan spiritual adalah yang paling tinggi dan harus dikedepankan oleh kita yang mengaku leader. Saya jadi teringat kembali dengan tokoh fenomenal yang bernama Aa Gym, bahwa seorang pemimpin bukanlah seorang yang mampu memerintah dengan baik, mampu mengatur dengan baik, tapi seorang pemimpin yang baik adalah seorang suri teladan yang baik, adalah seorang yang dalam kesehariannya patut dijadikan contoh, patut kita jadikan panutan. Seorang pemimpin yang baik adalah bukan seorang yang memiliki kekuasaan, tetapi seseorang yang karena kekuasaannya membuat umatnya menjadi maju dan akhirnya nama si pemimpin itu pun tenggelam, tapi yang muncul adalah kemajuan dan keharuman umat, bangsa, atau jaringan kalau di bisnis kita.


Seorang leader yang baik bukan seorang yang bisa dituruti apa yang dia ucapkan, tetapi seorang yang dengan ucapannya dia membuktikan bahwa dia bisa melaksanakan apa yang dia ucapkan.


Moral, tingkah laku, spiritualitas kita, adalah di atas segala-galanya. Lupakan kejeniusan kita dalam mengelola jaringan, lupakan kejeniusan kita dalam menciptakan sistem, lupakan peringkat kita, lupakan jumlah jaringan kita, kalau moral kita, tingkat laku kita, spiritual kita berada jauh di bawah norma-norma dan kitab suci kita.
Janganlah kita bicara kitab suci yang demikian luhurnya, coba saja kita perhatikan hal sepele yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nilai di kitab suci, ada seorang leader besar di Tianshi, sudah dapat BMW, kemudian ternyata pindah ke MLM lain, kira-kira apa sih pikiran kita? Pasti yang terbayang bukanlah di MLM sana lebih besar bonusnya, lebih menarik marketing plannya, tetapi: Gimana sih ini leader apa bukan? Dulu ngajak dengan ngotot untuk jalanin Tianshi, Tianshi is the best, tapi sekarang ada di MLM lain dan jelek-jelekin Tianshi. DIMANA DONG TANGGUNG JAWAB TERHADAP JARINGANNYA? Mana dong integritasnya.


Saudaraku..., ingat, Bill Clinton saja yang berselingkuh dengan Monica Lewinsky, tetap dihujat oleh warga Amerika, yang nota bene sebuah negara yang demikian liberalnya. Karena kalau untuk ukuran sebuah pemimpin, warga Amerika masih tetap memegang teguh masalah moral dan spiritual. Di sebuah negara yang demikian bebasnya, mereka tetap menginginkan seorang pemimpin yang bersih dan bermoral. Padahal, berselingkuh dan seks bebas bagi sebagian warga Amerika adalah hal yang biasa.
Itulah pemimpin..., dia harus menjadi seorang suri teladan yang baik.
Wallahu alam,
Eep S. Maqdir 

0 comments:

Post a Comment